Yang dimaksud shalat
disini adalah shalat fardhu (wajib). Shalat amat agung fadhilah dan pahalanya,
ia merupakan rukun Islam yang kedua setelah syahadat. Shalat adalah tiang
agama, agama tidak akan bisa tegak berdiri kecuali dengan menegakkan dan
mendirikan shalat. Allah berfirman, "...
dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari
(perbuatan-perbuatan) keji dan munkar". (Al Ankabut: 45)
Jika suatu umat menegakkan shalat maka mereka akan
ditunjuki pada jalan kebaikan dan akan hilang kekejian dan kemunkaran dari
mereka. Perintah mendirikan shalat dan menjaganya banyak kita dapatkan dalam Al
Qur'an, seperti dalam 2: 238, 5: 12, 11: 114, 17: 78, 20: 14, 31: 17 dan banyak
lagi yang lainnya.
Bagi laki-laki hendaknya memelihara dan melakukan
shalat dengan berjamaah di masjid. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam
telah bersabda, "Barangsiapa
mendengar azan tetapi tidak mendatangi (memenuhi panggilan itu) maka tiada
shalat baginya, kecuali karena ada uzur". (Al Hadis)
Perintah mendirikan
shalat dengan berjamaah atas kaum laki-laki, juga berdasarkan hadis riwayat Abu
Hurairah Radhiyallahu 'Anhu yang menceritakan seorang buta yang memohon
keringanan dari Nabi untuk tidak berjamaah karena tiada seorangpun yang
menuntunnya ke masjid, namun ketika ia mengaku mendengar azan lantas Nabi
mencabut keringanan itu kembali.
Shalat adalah termasuk pelebur dosa yang paling
agung. Dari Abu Hurairah, ia mendengar Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam
bersabda, "Tahukah kalian, jika di
depan pintu salah seorang kalian terdapat sungai lalu ia mandi di dalamnya lima
kali setiap hari, apakah masih tersisa kotoran daripada-nya?" Mereka
menjawab, "Tidak akan tersisa
sedikitpun kotoran dari padanya". "Sesungguhnya para munafik itu menipu Allah, dan Allah membalas tipuan
mereka. Apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka
bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut
Allah kecuali sedikit sekali". (An Nisa: 142)
Besok pada hari kiamat,
shalat adalah amal yang pertamakali dihisab. Dari Abu Hurairah ia berkata,
Rasul Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, "Sesungguhnya amal seseorang yang pertama kali dihisab pada hari kiamat
adalah shalatnya. Apabila shalatnya baik, maka ia benar-benar beruntung dan
berhasil, tetapi jika shalatnya rusak maka ia benar-benar merugi. Jika dari
shalat fardhunya ada sesuatu yang kurang maka Allah berfirman, "Lihatlah,
apakah hamba-Ku memiliki shalat sunnah, sehingga dengannya shalat fardhunya
disempurnakan?. Kemudian seluruh amalnya (baru) dihisab". (HR.
Turmudzi)
dari:
(Disarikan dari risalah Ahabbul A'mal)
(Disarikan dari risalah Ahabbul A'mal)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar