Kamis, 01 Desember 2011

Pentingnya shalat tepat pada waktunya.

Yang dimaksud shalat disini adalah shalat fardhu (wajib). Shalat amat agung fadhilah dan pahalanya, ia merupakan rukun Islam yang kedua setelah syahadat. Shalat adalah tiang agama, agama tidak akan bisa tegak berdiri kecuali dengan menegakkan dan mendirikan shalat. Allah berfirman, "... dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan munkar". (Al Ankabut: 45) 

                Jika suatu umat menegakkan shalat maka mereka akan ditunjuki pada jalan kebaikan dan akan hilang kekejian dan kemunkaran dari mereka. Perintah mendirikan shalat dan menjaganya banyak kita dapatkan dalam Al Qur'an, seperti dalam 2: 238, 5: 12, 11: 114, 17: 78, 20: 14, 31: 17 dan banyak lagi yang lainnya.
                Bagi laki-laki hendaknya memelihara dan melakukan shalat dengan berjamaah di masjid. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam telah bersabda, "Barangsiapa mendengar azan tetapi tidak mendatangi (memenuhi panggilan itu) maka tiada shalat baginya, kecuali karena ada uzur". (Al Hadis)
Perintah mendirikan shalat dengan berjamaah atas kaum laki-laki, juga berdasarkan hadis riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu yang menceritakan seorang buta yang memohon keringanan dari Nabi untuk tidak berjamaah karena tiada seorangpun yang menuntunnya ke masjid, namun ketika ia mengaku mendengar azan lantas Nabi mencabut keringanan itu kembali.
                Shalat adalah termasuk pelebur dosa yang paling agung. Dari Abu Hurairah, ia mendengar Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, "Tahukah kalian, jika di depan pintu salah seorang kalian terdapat sungai lalu ia mandi di dalamnya lima kali setiap hari, apakah masih tersisa kotoran daripada-nya?" Mereka menjawab, "Tidak akan tersisa sedikitpun kotoran dari padanya". "Sesungguhnya para munafik itu menipu Allah, dan Allah membalas tipuan mereka. Apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali". (An Nisa: 142)
Besok pada hari kiamat, shalat adalah amal yang pertamakali dihisab. Dari Abu Hurairah ia berkata, Rasul Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, "Sesungguhnya amal seseorang yang pertama kali dihisab pada hari kiamat adalah shalatnya. Apabila shalatnya baik, maka ia benar-benar beruntung dan berhasil, tetapi jika shalatnya rusak maka ia benar-benar merugi. Jika dari shalat fardhunya ada sesuatu yang kurang maka Allah berfirman, "Lihatlah, apakah hamba-Ku memiliki shalat sunnah, sehingga dengannya shalat fardhunya disempurnakan?. Kemudian seluruh amalnya (baru) dihisab". (HR. Turmudzi)
dari:
(Disarikan dari risalah Ahabbul A'mal)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar